Welcome

Artikel di blog ini dibuat atas dasar hobi. Jika kalian menemukan manfaat dari blog ini, anggap saja itu kebetulan. Tak perlu mengucapkan terima kasih.

Menghadapi Quarter Life Crisis

Pernah berfikir untuk bunuh diri?
Pernah merasa jenuh sama kehidupan?
Atau pernah protes pada Tuhan dengan takdir yang dimiliki?

Bisa dipastikan kamu telah mengalami Quarter Life Crisis. Mungkin juga kamu sedang mengalaminya sekarang. Nah, jangan khawatir dulu, jangan buru-buru melabeli dirimu sebagai manusia yang gagal menjadi manusia. Justru kamu sedang dalam proses menjadi manusia dewasa. Aku, kamu, dan manusia lainnya memang akan berada di fase hidup ini. Mau tidak mau, suka tidak suka, inilah proses perjalanan menjadi manusia. Itulah kenapa Tuhan memberikan tempat spesial kepada manusia dari makhluk hidup lainnya, karena kita dibekali akal. Akal itu seperti alat berperang bagi kita, tanpa akal kita tidak bisa bertahan hidup lebih lama di dunia.

Mari kita bahas mengenai Quarter Life Crisis ini. Dikutip dari Wikipedia, bahwa Quarter Life Crisis merupakan periode kehidupan mulai dari usia 20-an hingga 30-an, di mana seseorang mulai merasa ragu tentang kehidupan mereka sendiri yang mengakibatkan stress karena ini merupakan bagian dari transisi menuju dewasa.

quarter life crisis

Akan ada banyak sekali penyebab Quarter Life Crisis ini. Seperti galau masalah pendidikan, galau mengenai pekerjaan, galau dalam urusan cinta, galau dalam masalah yang ada pada keluarga, galau terhadap masa depan yang belum pasti, galau terhadap tujuan hidup, galau terhadap idealisme yang tidak sesuai dengan realita, galau terhadap jumlah temanmu yang semakin lama semakin berkurang, dan lain sebagainya.
Jadi kamu sedang galau yang mana nih?
Apapun penyebab Quarter Life Crisis-mu saat ini, ingatlah bahwa kamu bukanlah orang yang pertama dan satu-satunya yang pernah diuji atau mengalami Quarter Life Crisis ini. Percayalah ini hanya cara Tuhan membimbingmu untuk naik ke anak tangga selanjutnya. Tuhan ingin kamu naik kelas. Tinggal bagaimana eksekusi kamu menghadapi ujiannya.

Jangan pernah kutuk segala sesuatu yang sedang terjadi padamu di fase ini. Jangan pula kamu membandingkan dirimu dengan kehidupan orang lain. Karena setiap manusia akan mengalami tingkat krisis yang berbeda-beda. Semakin kamu mengutuk dan membandingkan dirimu dengan kehidupan orang lain, maka semakin tinggi tingkat frustasimu. Kamu akan mengalami kejenuhan dalam menjalani hidup, mulai merasa tidak terima dengan takdir yang ditentukan Tuhan untukmu, dan lama-kelamaan akan muncul perasaan ingin mengakhiri hidup saja.

Aku ingatkan sekali lagi, kamu bukanlah yang pertama dan sendiri yang pernah diuji atau mengalami krisis ini. Ada banyak orang di luar sana yang telah mengalami, bahkan mungkin kasusnya lebih rumit dari yang sedang kamu alami. Mereka yang bisa survive selama krisis itu, adalah mereka yang tangguh dan berhasil menjadi manusia dewasa. Setelah kamu berhasil melewati fase ini, masalah-masalah yang datang selanjutnya akan lebih mudah untuk dipecahkan dibandingkan sebelumnya. Cara Tuhan mendidik manusia satu dengan manusia lainnya memang unik.
Bagaimana cara menyikapi quarter life crisis ini?
Ada beberapa cara menyikapi fase ini:
  1. Hadapi
  2. Sharing ke orang terdekat
  3. Jangan menutup diri
  4. Jangan takut pada resiko yang kamu ambil selama itu benar
  5. Percaya akan ada hikmah di balik semua
  6. Dan yang terpenting adalah tingkatkan ibadah untuk memperkokoh iman
Begitulah hidup, akan ada banyak hal menunggu di depanmu di setiap kenaikan kelasmu. Hidup yang statis tak akan mengajarkan apa-apa. Itulah kenapa kita spesial dengan diberikan alat bertempur seperti akal, karena kita dianggap mampu menyelesaikan segala krisis. Percayalah pada dirimu sendiri dan berdamailah dengan keadaan. Perlu diketahui bahwa mustahil rasanya seorang manusia tanpa krisis apapun di hidupnya. Secara kita adalah makhluk sosial yang bertumpuk problematika serta dilema di dalamnya. Dan perkembangan zaman yang semakin pesat ini juga merupakan cikal bakal krisis yang tak ada habisnya.

Yang sudah pernah melewati fase ini, selamat. Dan yang sedang mengalaminya saat ini, hadapi, jalani, dan nikmati. Lewati fase ini dengan pikiran sehat dan petik pelajaran berharga darinya.