Welcome

Artikel di blog ini dibuat atas dasar hobi. Jika kalian menemukan manfaat dari blog ini, anggap saja itu kebetulan. Tak perlu mengucapkan terima kasih.

Liburan Singkat ke Pulau Pari

pesona pulau pari

Di cerita perjalanan kali ini, saya ingin menceritakan perjalanan liburan singkat ke Pulau Pari beserta berbagai infonya yang mungkin bermanfaat untuk kalian yang ingin ke sana.
Pulau Pari adalah salah satu pulau kelurahan di kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Pulau Pari berada di tengah gugusan pulau yang berderet dari selatan ke utara perairan Jakarta. Dengan pantainya yang berpasir putih dan berair bening kehijauan, Pulau Pari menjadi salah satu objek wisata di Kepulauan Seribu.

Pulau Pari ini bisa diakses menggunakan kapal motor dari Dermaga Marina Ancol dan Pelabuhan Kaliadem Muara Angke. Tapi waktu saya ke sana, saya melalui Muara Angke karena akses transportasi umum lebih mudah.

Saya ke sana berdua dengan teman saya, Rizal S Maulana. Dia dari Bandung. Dia ngajak saya dadakan banget (memang begitulah biasanya)
Berawal di Jumat sore selepas waktu ashar, seperti biasa saya masih di depan laptop untuk beberapa pekerjaan. Tiba-tiba saya menerima pesan WhatsApp dari Rizal yang isinya mengajak untuk ke Pulau Pari ini, ngajak liburan singkat, dan berangkat jumat malam itu juga. Yaa berhubung saya gak ada acara akhir pekan itu, saya setujui aja ajakannya.

Kita janjian ketemuan di stasiun Jakarta Kota, Rizal langsung berangkat selepas magrib dari Bandung naik bus. Sementara saya masih guling-gulingan di kasur, kalo kata anak zaman sekarang mah mager
Tapi berhubung saya orangnya selalu serius, yaudah selepas isya saya packing, mempersiapkan yang harus dibawa. Kami berencana camping di pantainya jadi harus mempersiapkan tenda, cooking set, sleeping bag, flysheet, dan gak lupa hammock untuk bersantai.

Singkat cerita, akhirnya saya dan Rizal bertemu di stasiun Jakarta Kota jam 11 malam, kalimat pertama yang saya ucapkan saat ketemu dia adalah....

...Balik yuk udah malem ngantuk. :(

Ya abis malem-malem gitu ngetrip kaya ga ada kerjaan aja ya :(

Yaudah, akhirnya kami naik bus Transjakarta ke pelabuhan Kaliadem di Muara Angke. Gak terlalu jauh dari situ.
Tiba di Pelabuhan, kami bermalam di sana. Jadi, kenapa harus bermalam? Karena jadwal keberangkatan kapal penyebrangan ke Pulau Pari itu jam 7 pagi, gak akan keburu ngejar jadwalnya sekalipun dari rumah subuh-subuh, dan loket tiketpun dibuka pagi-pagi, juga karena weekeed ada resiko kehabisan tiket. Biasalah, weekend selalu ramai orang yang liburan. 

Harga tiket penyeberangan dari Kaliadem ke Pulau Pari adalah Rp. 40.000, ditambah asuransi dan retribusi pelabuhan, jadi Rp. 45.000

Setelah berhasil beli tiket kapal, kami menunggu jadwal keberangkatan kapal. Sambil makan bubur ayam di halaman pelabuhan. Pagi itu bahkan langit belum sempurna terang, tapi sudah banyak aktifitas manusia di sekitar pelabuhan. Petugas sibuk melayani calon penumpang, wisatawan sibuk mempersiapkan keberangkatan, pedagang asongan sibuk berlalu-lalang menawarkan dagangannya, sementara kami berdua sibuk mengurus problematika dunia. :(

Tak terasa, jadwal keberangkatan kapal tiba, kami bergegas masuk ke dermaga dan naik ke kapal sesuai yang tercantum di tiket.


harga tiket kapal pulau pari

Perjalanan Kaliadem - Pulau Pari lamanya kurang lebih 100 menit. Pilihannya ada dua selama di kapal; tidur atau menikmati view lautan. Kami sih memilih tidur karena semalam kami belum tidur. :(

Akhirnya, kapal merapat di dermaga Pulau Pari sekitar jam 10.00, kami bergegas turun dan langsung jajan telor gulung. :(
Paling susah sih emang untuk gak beli telor gulung ketika ada tukang telor gulung. Enakkk. Sambil menikmati telor gulung, kami berjalan kaki dari dermaga ke Pantai Pasir Perawan untuk kemping ceria di sana.


pantai pasir perawan pulau pari

Wisata pantai ini dikelola oleh warga, masuk pantainya gratis, tapi kalau mau kemah dikenakan biaya Rp. 15.000/orang dan untuk kalian yang gak punya atau gak bawa peralatan camping, di sana juga menyediakan penyewaan alat camping. Atau kalau kalian mau bobo nyaman, banyak penginapan atau homestay yang bertebaran di sepanjang Pulau Pari, tarif penginapan bervariasi.

Selesai registrasi perizinan kemah, kami langsung mendirikan tenda di area camping. Saat itu siang hari cuaca panas, tapi adem, tapi panas. Gimana sih..

Ada penyewaan sepeda juga di sini untuk kalian yang ingin keliling pulau biar gak capek jalan kaki. Selain Pantai Pasir Perawan, ada Pantai Pasir Kresek juga, jaraknya lumayan kalau jalan kaki mah. Jadi coba deh gowes sepeda.

Nah, sekarang waktunya menikmati pesona Pulau Pari.
Di Pantai Pasir Perawan airnya bening, sebening wajah Raisa. Bisa buat foto underwater kalo mau. Tapi kami mah mending bersantai aja menikmati panaromanya.


pulau pari kepulauan seribu

Sunsetnya juga cantik di pulau ini, coba deh kalian yang suka ngaku-ngaku pencinta senja, cobain nikmatin sunset di sini. Dan kalian para pemburu foto, persiapkan setting-an kamera terbaik kalian untuk mengabadikan moment-nya.


sunset pulau pari

Siang berganti malam, matahari berganti bulan. Malam itu di Pulau Pari, langit cerah berawan, kami menikmatinya dengan bernyanyi, bermain gitar, menyanyikan lagu-lagu galau :(

Cuaca di sini saat malam gak dingin sih, jadi gak perlu tidur pakai sleeping bag. Tapi kalau mau mah bawa aja. Mungkin karena kami mah terbiasa tidur di gunung jadi beda dingin yang dirasanya.

Dan pagi pun tiba. Karena ini cuma liburan singkat, kami langsung packing persiapan untuk pulang.
Jadwal kapal motor ke Kaliadem dari Pulau Pari adalah jam 10.00, setelah selesai packing dan sarapan, kami bergegas ke dermaga untuk kembali ke Jakarta dan pulang ke rumah masing-masing.

Liburan singkat yang bener-bener singkat, kan?